Dari Washington  Sebuah aplikasi baru dirilis Microsoft untuk Windows Phone Store, yakni Social News, yang memungkinkan pengguna membuat blog sendiri secara mobile. 

    Dilansir dari Winbeta, Senin (5/1/2015), Social News dirancang untuk memungkinkan pengguna berbagi acara-acara yang tengah berlangsung di sekitar mereka, dengan teman-temannya. dikutif dari (SINDOnews.com)

    Tidak hanya itu, melalui aplikasi tersebut pengguna juga dapat memosting cerita mereka sendiri agar dapat dibaca oleh teman-teman mereka. Dengan menggunakan penentuan lokasi pengguna, aplikasi tersebut dapat menemukan orang-orang yanga tengah berada di dekat mereka. 

    Bahkan, pengguna bisa menjadi layaknya wartawan yang membuat blog sendiri dengan berbasis lokasi dimana berada. Rencananya, Microsoft akan memperluas aplikasi tersebut.

    Dengan Social News, pengguna dapat membuat dan mempublikasikan artikel sendiri, menghidupkan artikel dengan tambahan konten, seperti foto dan video.


    Sebagai bagian dari perkembangan IT yang luar biasa begitu pesat, kehadiran internet beserta situs atau konten yang ada didalamnya, bukan saja telah melahirkan perubahan perilaku orang per orang, tetapi juga perubahan ditingkat kelompok, dan bahkan dalam skala yang semakin menggelobal.

    Didalam masyarakat sekarang perkembangan teknologi cyberspace telah melahirkan  berbagai perubahan dan setidaknya terdapat tiga tingkat pengaruh, pertama ditingkat individual, kedua ditingkat antar individual dan ketiga, ditingkat masyarakat.

    Pada tingkat individu telah menciptakan berbagai perubahan mendasar terhadap pemahaman kita tentang identitas. Setiap individu dalam dunia virtual dapat membelah pribadinya menjadi pribadi yang tidak terhingga banyaknya, sehingga tejadinya permainan identitas, identitas baru, identitas palsu, identitas ganda, yang bisa saja sama atau berbeda dengan identitas social di dunia nyata.

    Pada tingkat interaksi social, kehadiran internet telah melahirkan semacam deteritorialisasi social, artinya interkasi social tidak dilakukan didalam sebuah ruang territorial yang nyata, tetapi di dalam sebuah halusiansi territorial, seseorang bisa saja sangat intim dengan orang lain di dunia maya ada belahan dunia lain tanpa pernah sekali pu bertemu, ketimbangn saudara kandung atau tetangganya sendiri.

    Pada tingkat komunitas, kehadiran cyberspace dapat menciptakan satu model komunitas demokratik dan terbukka yang disebut Rheingold dengan istilah :komunitas imajiner”.

    Nanti artikel nya kita sambung lagi,,, soalnya belum beres...

    Kali ini saya akan bagikan beberapa contoh Berita yang sudah jadi, dikutif dari sumber-sumber media yang terpercaya. Contoh Berita I
    JAYAPURA, KOMPAS.com – Kepala Staf TNI Angkatan Darat, Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, membantah ada kelompok yang berideologi merdeka, yang ingin memisahkan Papua dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. Menurut Gatot, gerakan sekelompok orang yang kerap mengganggu keamanan di Papua tak lebih dari protes terhadap pemerintah agar pembangunan di Papua lebih lancar.

    Gatot mencontohkan tingkat kemahalan warga yang sakit di kabupaten yang terletak di wilayah pegunungan Papua. Sebab, untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang memadai harus ke ibukota kabupaten atau provinsi dengan biaya mahal.

    “Tidak ada ideologi merdeka di Papua, yang ada hanya perasaan dan kesejahteraan saja. Jadi kalau pembangunan di Papua lancar maka dengan sendirinya gerakan itu akan hilang. Ini saya sampaikan karena mendengar langsung teriakan dari masyarakat,” ungkap Jenderal TNI Gatot Nurmantyo usai meninjau pameran alutsista di halaman Kantor Gubernur Papua, Jumat (26/12/2014).

    Untuk penjagaan wilayah perbatasan Indonesia dengan Papua Nugini dari Kabupaten Merauke hingga Kota Jayapura, Gatot menilai hingga kini sudah cukup memadai. Sebab menurut jenderal bintang empat tersebut, sejauh ini belum ada peristiwa membahayakan yang menonjol di wilayah tersebut.

    Terkait program pemerintah Indonesia yang menjadikan perbatasan sebagai beranda negara, menurut Gatot akan segera direalisasikan dengan dukungan rencana Presiden Joko Widodo untuk menaikkan gaji dan tunjangan prajurit TNI kurang lebih 50 persen. Sementara itu, untuk pengembangan komando teritorial di Papua dan Papua Barat, menurut KSAD, rencananya Mabes TNI AD akan membentuk Kodam di Papua Barat.

    Menurutnya, hingga kini TNI masih kesulitan mendapat lahan yang memadai di Manokwari, Papua Barat. Karena lahan yang diberikan oleh Pemerintah Provinsi Papua Barat berada di luar kota.

    “Jika TNI AD mendapat lahan, secepatnya dalam tahun 2015 maka Kodam akan dibentuk di Papua Barat. Lahan yang diberikan oleh Pemerintah Provinsi Papua Barat berada di luar kota. Kami ingin dekat dengan pusat pemerintahan,” ucap Gatot.

    Contoh Berita II

    TANGERANG, KOMPAS.com - Kementerian Perhubungan merilis kronologi hilangnya pesawat AirAsia AWQ8501 dalam jumpa pers di kantor Otoritas Bandara Wilayah II, Bandara Soekarno-Hatta, Minggu (28/12/2014). Pesawat dengan muatan 155 penumpang itu diperkirakan jatuh di perairan Tanjung Pandang dan Pontianak.

    Berikut kronologi hilangnya pesawat AirAsia QZ8501 seperti yang diungkapkan Direktur Perhubungan Udara Direktur Perhubungan Udara Djoko Murjatmodjo:

    - Pukul 05.36, pesawat berangkat dari Surabaya menuju Singapura dengan ketinggian 32.000 kaki. Pesawat dilaporkan mengikuti jalur yang biasa ditempuh antara Surabaya dan Singapura yaitu M635.

    - Pesawat kontak terakhir dengan Air Traffic Control Jakarta pukul 06.12. Dalam kontak itu, pilot meminta menghindar ke arah kiri dan meminta izin untuk naik ke ketinggian 38.000 kaki. Permintaan pilot disetujui oleh pihak ATC.

    - Pukul 06.16, pesawat masih ada di layar radar

    - Pukul 06.17, pesawat hanya tinggal sinyal di dalam radar ATC

    - Pukul 06.18 pesawat hilang dari radar. Yang ada, di radar tinggal data rencana terbang. Seharusnya, di dalam radar ada data lain yakni realisasi terbang namun data itu hilang.

    - Pukul 07.08, pesawat dinyatakan INCERFA, yakni tahap awal hilangnya kontak. Pihak dirjen perhubungan melakukan kontak ke Basarnas.

    - Pukul 07.28, pesawat dinyatakan  ALERFA, tahap berikut dalam menyatakan pesawat hilang kontak

    - Pukul 07.55, pesawat dinyatakan DETRESFA atau resmi dinyatakan hilang.

    "Lokasi hilang kontak yakni antara Tanjung Panda dan Pontianak agak ke selatan. Basarnas masih mencari posisinya itu karena ELT yang biasa pesawat itu jatuh, akan ada transmisi, ini belum ada," kata Djoko.

    Adapun, Pesawat AirAsia ini mengangkut 155 orang penumpang yang terdiri dari dewasa 138 orang, anak-anak 16 orang, dan bayi/balita 1 orang. Pesawat juga diawaki 2 orang pilot dan 4 orang cabin crew.

    Pilot in command yakni Kapten Irianto dan flight officer Remi Emmanuel Plesel.

    Sumber www.kompas.com
                 


    Jenis Media Pembelajaran Pada dasarnya, semua media dikelompokkan
    menjadi 4 (empat) jenis, yaitu:Media Audio: mengandalkan indera pendengaran
    Media Visual: mengandalkan indera penglihatan
     Media Audio-Visual: mengandalkan indera pendengaran dan penglihatan sekaligus dalam satu kegiatan
     Multimedia: melibatkan jenis media untuk merangsang semua indera dalam satu kegiatan
    pembelajaran

    Klasifikasi Media Pembelajaran
    Berdasarkan Ciri Fisik
    - Media dua dimesi
    - Media tiga dimensi
    - Media pandang diam
    - Media pandang gerak

     Berdasarkan Unsur Pokoknya atau Indera yang Dirangsang
    - Media Audio
    - Media Visual
    - Media Audio-Visual

    Lanjutan Klasifikasi Media

    Berdasarkan Pengalaman Belajar Thomas dan Edgar Dale membuat penggolongan media dari yang konkret ke abstrak. Penggolongan menurut Dale ini dikenal dengan “Kerucut Pengalaman Dale”

    Berdasarkan Penggunaan
    - Berdasar jumlah penggunaan: 1) secara individual, 2) secara kelompok, dan 3) secara massal
    - Berdasar pola penggunaan: 1) media konvensional
    (sederhana), 2) media kompleks yang digunakan secara modern

    Karakteristik Media Pembelajaran
    Media Audio
    Jenis media yang digunakan dalam proses pembelajaran dengan hanya melibatkan indera pendengaran peserta didik. Pengalaman belajar yang akan didapatkan adalah dengan mengandalkan indera kemampuan pendengaran
    .
    Media Visual
    Jenis media yang digunakan hanya mengandalkan indera penglihatan peserta didik semata-mata, sehingga pengalaman belajar yang diterima peserta didik sangat tergantung pada kemampuan penglihatannya seperti buku, jurnal, poster, globe bumi, peta, foto, alam sekitar dan sebagainya

    Lanjutan Karakteristik Media 
    Media Audio-Visual
    Jenis media yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran dengan melibatkan pendengaran dan penglihatan sekaligus dalam satu proses atau kegiatan. Pesan dan
    informasi yang dapat disalurkan melalui media ini dapat berupa pesan verbal dan nonverbal yang mengandalkan penglihatan maupun pendengaran.

    Multimedia
    Media yang melibatkan jenis media untuk merangsang semua indera dalam satu kegiatan pembelajaran. Multimedia lebih ditekankan pada penggunaan berbagai
    media berbasis TIK dan komputer.

    Salah satu komunitas cyberspace yang paling dinamis dan menjadi actor yang benar-benar aktif membangunan interaksi dan memanfaatkannya jejaring dalam dunia maya, tak pelak ialah kelompok remaja urban atau yang bisa disebut sebagai net generation.

     Berbeda dengan babay boom yang dibesarkan ketika kehidupan mereka dalam sehari-hari lebih banyak didominasi oleh tayangan dan berbagai acara televise, net generation tumbuh besar dalam konteks akselerasi perkembangan teknologi informasi yang luar biasa cepat.

    Kelompok remaja urban di era abad 21 pada dasarnya merupakan bagian dari generasi SMS, generasi virtual atau disebuat juga net generation yang seringkali menghabiskan untuk menggunakan handphone, berhadapan dengan computer, memakai ipod dan ipad, dan mereka berinternet dari pada kegiatan sehari-hari yang lain.

    Berkomunikasi dengan HP atau smartphone dan berinternet dengan jejring facebook, twitter maupun media social lainnya, sering kali menjadi aktivitas yang menarik, serta menghabiskan waktu berjam-jam, dan bahkan melebihi waktu yang mereka habiskan waktu berjam-jam, dan bahkan melebihi waktu yang mereka habiskan untuk menonton televise, tidur, atau bermain dengan teman nya.

    Dikalangan remaja urban ini, tanpa harus dibatasi kelas social, nyaris semua dari mereka kini telah memiliki handphone untuk menjalin komunikasi lintas wilayah dengan komunitas cyberspace, bahkan lintas benua melalui internet.

    Bahkan seorang ilmuan seperti  paul klimsa berpendapat bahwa berselancar di dunia maya merupakan kehidupan dan aktivitas rutin yang bisa dilakukan remaja urban, baik mereka berada disekolah  belajar di rumah atau ketika jalan-jalan ke mal. Dan Indonesia merupakan Generasi SMS. Mengapa saya katakan seperti itu ? karena remaja di Indonesia ini seringkali menggunakan handphone untuk mengirim dan menerima SMS dari teman-teman dan orang lain.

    Dikalangan urban, penggunaan SMS sangat menonjol, karena selain lebih murah, juga menjadi alternative sebagai pengisi waktu senggang yang menyenanngkan. Adapun SMS lebih banyak untuk melakukan komunikasi pendek dalam bentuk pesan yang sifatnya informatif.

    Dizaman yang sekarang ini, lebih dari sekedar handphone, dikalangan remaja urban perangkat teknologi informasi yang makin popular adalah ipod, ipad, laptop dengan kekuatan turbo, dan berbagai perangkat teknologi informasi yang semakin canggih, makin cepat, dan juga makin trendy. Mungkin kita bisa melihat tidak sedikit remaja sekarang ketika mereka berjalan-jalan di sepanjang koridor tempat perbelanjaan, ditangan mereka selalu tergenggam BlackBerrry.

    Bahkan ketika mereka beristirahat di EXelso, Café Bean, atau yang lainya dihadapan mereka ada laptop yang tengah terbuka:menawarkan sebuah keasyikan tersendiri bagi remaja urban karena mereka dapat berselancar di dunia maya tanpa harus khawatir dengan biaya karena di zone free wifi




    Media massa terdiri dari atas media cetak (seperti surat kabar dan majalah) dan media elektronik (seperti radio, televisi, video, film, piringan hitam, dan kaset). Media masa memiliki peraan pentng dalam proses sosialisasi.

     Kehadiran media massa sangat mempengaruhi tindakan dan sikap anggota masyarakat terutama anak-anak. Nilai dan norma yang disampaikan akan tertanam dalam diri anak melalui penglihatan maupun pendengaran. 

    Apabila informasi yang diterima positif sesuai dengan norma yang beralku dalam masyarakat, maka akan terbentuk kepribadaiaan yang positif, misalnya penayangan tentang dunia pendidikan, agama, dan lain-lain. 

    Sebaliknya jika informasi yang disampaikan negatif maka akan membentuk kepribadiaan anak yang kurang baik, misalnya penayangan film yang menonjolkan kekerasan akan mendorong perilaku negatif pada anak-anak yang melihatnya.

⬆
Top