SEO BLOG & TEMPLATES
Tampilkan postingan dengan label JURNALISTIK. Tampilkan semua postingan
JURNALISTIK
Fakta
Apa : Pembongkaran kios-kios pedagang kaki lima
Di mana : Sepanjang Jl. Mayor Kusmanto.
Siapa : Pembongkaran dilakukan oleh pemilik kios.
Kapan : Mulai dibongkar tanggal 16 Agustus 2007 pagi. Batas waktupembongkaran 28 Agustus2007.
Mengapa : Pemkot Solo membongkar dinding yang mengelilingi Benteng Vastenburg yang menjadi tempat menempelnya kios-kios tersebut.
Bagaimana : Tanggal 14 Agustus 2007, Widodo (Kasubdin Kebersihan DKP Pemkot Solo) dan petugas Satpol PP memberikan pengarahan kepada para pemilik kios, bahwa dinding yang mengelilingi Benteng Vastenburg akan dibongkar. Para pemilik kios setuju, karena akan mendapat jatah selter sebagai pengganti kios. Tanggal 15 Agustus 2007, pembongkaran dinding oleh petugas dari DKP.
Tanggal 16 Agustus 2007 pemilik kios mulai melakukan pembongkaran, mendapat bantuan truk DKP untuk mengangkut barang dagangan.
Straight News
KIOS PKL DI JL. MAYOR KUSMANTO DIBONGKAR
Solo (Suara Solo) Mulai Kamis (16/8) pagi, sejumlah kios pedagang kaki lima (PKL) di
sepanjang Jl Mayor Kusmanto dibongkar sendiri oleh para PKL menyusul dibongkarnya dinding yang mengelilingi Benteng Vastenburg yang selama ini menjadi tempat menempelnya kios-kios tersebut.
Pembongkaran dinding yang ada di seputar Benteng Vastenburg sendiri telah mulai dilakukan oleh petugas dari Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Pemkot Solo sejak tanggal Rabu (15/8) lalu.
Kasubdin Kebersihan DKP Pemkot Solo, Widodo menyatakan, Selasa (14/8), dirinya bersama para petugas Satpol PP telah memberikan pengarahan kepada para pemilik kios, bahwa dinding yang selama ini menjadi penyangga kios mereka akan dibongkar. Dalam pengarahan tersebut, para pedagang yang memiliki kios telah menyatakan persetujuan untuk melakukan pembongkaran, oleh karena mereka dijanjikan akan memperoleh atah selter sebagai pengganti kios yang dibongkar.
Pemkot Solo sendiri menetapkan batas waktu pembongkaran sampai dengan tanggal 28 Agustus. Untuk membantu proses pembongkaran kioskios tersebut, para pedagang memperoleh fasilitas truk DKP untuk mengangkut dan memindahkan barang dagangan mereka.
JURNALISTIK
Ciri berita langsung (straight news) yang paling mudah dikenali adalah pada permulaan berita: setelah judul, diikuti dengan keterangan tempatdan disusul dengan nama penerbit pers yang bersangkutan, misal:
“Jakarta, Kompas”. Keterangan ini lazim disebut sebagai timeline. Dari susunan uraiannya, berita langsung bisa dikenali dari strukturnya yang dikenal dengan istilah piramida terbalik; di mana bagian yang papaling penting ditempatkan di bagian paling awal (atas), disusul dengan bagian yang kurang penting. Penggunaan struktur semacam ini berkaitan dengan keterbatasan waktu pembaca dan keterbatasan ruang (space) di halaman surat kabar.
Setiap tulisan yang berbentuk berita langsung, sekurang-kurangnya memuat 3 bagian, yakni: pembukaan (lead), tubuh (body), dan penutup.
Menulis lead merupakan pekerjaan tersulit. Lead merupakan bagian terpenting, paling kuat/menonjol; merupakan rangkuman inti sari dari sebuah berita. Kadang lead memuat keseluruhan unsur 5W + 1H. Dalam kasus di mana lead tidak memuat seluruh unsur 5W + 1H, maka beberapa unsur yang paling menonjol dalam peristiwa itu yang dimuat di sana. Bagian tubuh (body) menguraikan lebih lanjut unsur-unsur fakta yang terdapat di dalam lead. Unsur mengapa dan bagaimana biasanya yang paling banyak diuraikan. Di bagian ini terdapat bagian yang disebut dengan “perluasan bagian utama/lead”, biasanya memuat unsur-unsur berita yang belum termuat di dalam lead.
Assegaff (1982:54) menyarankan 5 pedoman pokok dalam penulisan berita: (1) laporan berita haruslah bersifat menyeluruh; (2) ketertiban dan keteraturan mengikuti gaya menulis berita; (3) tepat dalam penggunaan bahasa dan tata bahasa; (4) ekonomi kata harus diperhatikan; (5) gaya penulisan
haruslah hidup, punya makna, warna dan imaginasi, Penutup merupakan akhir dari uraian berita, namun bukan berupa kesimpulan.
Dalam struktur piramida terbalik, bagian ini tidak terlalu penting. Ketika suatu berita ternyata memakan tempat melebihi space yang tersedia di halaman surat kabar, maka bagian inilah yang akan dipotong (dihilangkan) paling dahulu.
Kepustakaan:
Assegaff, D.H. (1982). Jurnalistik Masa Kini. Jakarta: Ghalia Indonesia. Hal.
9-55.
Mursito, B.M. (1999). Penulisan Jurnalistik: Konsep dan Teknik Penulisan Berita.
Surakarta: Spikom. Hal. 25-75.
JURNALISTIK
Pembuatan berita adalah suatu proses; dimulai sejak suatu peristiwa itu terjadi, sampai dengan informasi tentang peristiwa itu dibaca oleh khalayak. Oleh karena berita harus segera dimuat dan aktual, maka berita haruslah padat, langsung, singkat, dan dengan bahasa yang lugas (tidak berbungabunga). Penulisan berita harus disesuaikan dengan kebutuhan pembaca, yang karena kesibukannya tidak memiliki banyak waktu untuk membaca berita berlama-lama.
Unsur-unsur berita yang harus dicakup meliputi jawaban atas 6 (enam)
Pertanyaan yang lazim disebut 55W + 1H (what, who, where, when, why, dan how): Apa yang terjadi? Siapa(-siapa) yang terlibat dalam kejadian itu? Di mana kejadiannya? Bilamana (kapan) peristiwa itu tejadi? Mengapa (apa yang menyebabkan) kejadian itu timbul? Bagaimana kejadiannya
(proses dan/atau duduk perkaranya)?
1. Apa
Berkaitan dengan hal-hal yang dilakukan oleh pelaku maupun korban (kalau ada) dalam suatu kejadian.
2. Siapa
Mengandung fakta yang berkaitan dengan setiap orang yang terliba dalam suatu kejadian. Orang yang terlibat itu harus dapat diidentifikasi selengkap-lengkapnya: nama, usia, alamat, pekerjaan, jabatan, dan atribut-atribut lain yang melekat pada diri orang tersebut.
3. Di mana
Menyangkut tempat kejadian. Nama tempat harus bisa diidentifikasi dengan jelas. Akan lebih baik apabila karakteristik tempat kejadian tersebut juga diberitakan.
4. Bilamana
Berkaitan dengan waktu kejadian atau kemungkinan (perkiraan waktu) yang berkaitan dengan kejadian tersebut.
5. Mengapa
Berisi fakta yang mengandung latar belakang atau penyebab terjadinya suatu peristiwa.
6. Bagaimana
Memberikan fakta yang berkaitan dengan proses kejadian yang diberitakan: bagaimana terjadinya, bagaimana pelaku melakukan perbuatannya, atau bagaimana kroabn mengalami nasibnya.
JURNALISTIK
JURNALISTIK Pada dasarnya, lembaga penyebaran informasi yang disebut sebagai
“pers” atau “media massa” lahir dari naluri alamiah manusia untuk mengetahuiapa yang terjadi di sekitarnya.
Pers atau media massa dibentuk manakala penyebaran informasi kepada
masyarakat dilakukan secara lebih sistematis, terorganisasi, dan menggunakan teknologi komunikasi modern. Fungsi utama dari lembaga pers adalah: mengantarkan informasi kepada khalayak.
Menurut Wright (1988), pers sebagai bagian dari media massa, memiliki 4 fungsi, yaitu: (1) fungsi pengawasan; (2) fungsi korelasi; (3) fungsi transmisi warisan sosial atau pendidikan; dan (4) fungsi hiburan.
Pengertian jurnalistik:
Dja’far H. Assegaff: “kegiatan untuk menyampaikan pesan/berita kepada khalayak ramai (massa), melalui saluran media, entah media tadi media cetak maupun elektronika" Mursito BM: “kegiatan mencari, mengumpulkan, menulis, mengedit, dan menyiarkan informasi”.
Walaupun inti kegiatan jurnalistik nampaknya sederhana, yaitu “hanya” mengumpulkan, menulis, dan menyiarkan informasi; namun sebenarnya kegiatan jurnalistik sangat kompleks dan rumit, sebab ada tarik menarik berbagai kepentingan (idealisme jurnalistik, tuntutan masyarakat, kekuatan politik dan keamanan, dan kepentingan ekonoomi atau bisnis)
- Menyerang autoritas (pembawa berita)
- Mengemukakan prabukti (membalas dengan argumenatsi lain)
- Menunjukan kesalahan nalar
- Menunjukan kesalahan emosi
- Menggunakan cara khusus
JURNALISTIK
A. Mencatat masalah dari berbagai sumber
Debat merupakan salah satu bentuk pertukaran pendapat tentang suatu hal dengan saling memberikan argumen untuk mempertahankan pendapat masing-masing . oleh karena itu, kita harus melengkapi diri dengan berbagai infrormasi untuk membuat semakin berbobotnya anggapan yan diberikan.
Dalam sebuah diskusi, permasalahan-permasalahan yang diperdebatakan oleh peseta serng diserati dengan kutipan dari artikel, buku, maupun berita yang termasuk dalam sumber tertentu. pernyataan pengutipan dan mengetahui isi artikel secara keseluruhan.
B.Menanggapi Masalah dalam Berita, Artikel, dan Buku
kita tentu tidak akan menelan mentah-mentah setiap informasi yang diperoleh sehingga akan muncul tanggapan terhadap infomasi tersebut. Secara garis besar, ada dua sikap dalam memberikan tanggapan , yaitu menerima atau menolak
Top 5 Popular of The Week
-
Fakta Apa : Pembongkaran kios-kios pedagang kaki lima Di mana : Sepanjang Jl. Mayor Kusmanto. Siapa : Pembongkaran di...
-
Master of Ceremonies (MC) adalah orang yang bertindak selaku pemandu sekaligus tuan rumah sebuah acara (event). Setidaknya ada sembilamn (9)...
-
Diera revolusi industry, perubahan social yang dihela ekspansi modal para kapitalis telah melahirkan masyarakat industrial yang ditandai ole...
-
Kalian mungkin pernah mengikuti kegiatan studi wisata. Studi wisata adalah kegiatan sambil belajar. Misalnya, studi wisata ke museum, candi,...
-
Di Indonesia, nama adalah doa. Beberapa orang tua berusaha memberi nama anak-anaknya seunik mungkin, sehingga tidak pasaran. Nama anak j...
.jpg)



.jpg)
.jpg)