Membaca cepat adalah membaca yang dilakukan terhadap sebanyak-banyaknya teks dalam waktu singkat mungkin. Namun tidak hanya dalam membaca begitu saja tanpa mengauasi isi bacaan. Isi bacaan juga menjadi sasaran untuk dikuasai dalam membaca cepat. 
    Teknik membaca cepat ada dua.
    1. Teknik Skimming, adalah teknik membaca cepat untuk mendapatkan intisari. Misalnya gagasan pokok, kesimpulan, kesan, bahasanya dan sebagainya.
    2. Teknik Scanning, adalah teknik memahami informasi dari bacaan secara merata . Kegiatan membaca behenti setelah sampai pada bagian yang dibutuhkan. Misalnya membaca ensiklopedia, kamus dan sebagainya.
     Saat membaca cepat, catatan waktu yang diperlukan sangatlah penting karena waktu sebagai ukuran kemampuan membaca seseorang. Untuk itu, cara membaca harus benar-benar baik dan hasilnya pun juga baik. Untuk menguji kemampuan membaca itu, maka kamu dapat melakukan membaca secara berpasangan. Kamu sebagai pembaca dan teman mu sebagai pengecek waktunya. Selanjutnya , temanmu mengajukan pertanyaan-pertanyaan. Dari semu pertanyaan itu, 75% harus mampu kamu jawab. Kegiatan penguji ini dapat dilakukan secara bergantian.

    Prinsip membaca cepat harus kamu kuasai secara baik. Sesorang mampu membaca cepat secara baik jika sering berlatih. Untuk itu , ada cara yang dapat dipakai untuk meningkatkan kecepatan membaca seseorang. Misalnya seperti berikut ini.
    1. Metode gerak mata yang tepat, yakni memperluas jangkauan mata dan mengurangi regresi atau pembaca berulang.
    2. Menghilangkan kebiasaan membaca bersuara.
    3. Meningkatkan konsentrasi sewaktu membaca.


    Kalian mungkin pernah mengikuti kegiatan studi wisata. Studi wisata adalah kegiatan sambil belajar. Misalnya, studi wisata ke museum, candi, atau tempat wisata lainnya.
    Setelah kalian melakukan studi wisata, kalian biasanya akan diminta membuat sebuah laporan. Laporan seperti ini dsebut laporan kegiatan.

    Penulisan sebuah laporan kegiatan tentulah sama dengan penulisan cerita. Penulisan laporan kegiatan memiliki ciri-ciri sebagai berikut.

    1. Objek, sesuai objek dan tidak ditambah yang membuat laporan.
    2. Faktatis, sesuai kenyataan yang terjadi
    3. Kronologis, sesuai urutan waktu
    4. Lugas/singkat dan padat.


    Secara umum, sistematika laporan kegiatan adalah sebagai berikut.
    Pendahuluan , berisi jenis kegiatan yang dilaporkan , tujuan atau latar belakang.
    Isi menunjukan proses. Berisi tetang fakta, data dan informasi, segala sesuatu yang diperoleh selama melakukan kegiatan.
    Penutup, berisi harapan, kesan, simpulan dan saran

⬆
Top