SEO BLOG & TEMPLATES
Tampilkan postingan dengan label Featured. Tampilkan semua postingan
Featured
GANTI tahun, biasanya ganti tren. Untuk tahun ini, tren wedding dress adalah padanan busana yang simpel dan tidak terlalu banyak warna. Baik untuk busana pengantin bergaya modern maupun tradisional.
Hal itu tergambar pada Pameran Tradisional Wedding di atrium Royal Plaza, Surabaya, yang digelar 15–18 Januari 2015.
Pameran ini menampilkan beberapa koleksi dari perancang-perancang spesialis busana pengantin tradisional. Salah seorang di antaranya Samiadji.
Pemilik brand Adjie Wedding itu mengatakan, dua busana yang ditampilkannya dalam fashion show kemarin merupakan perpaduan busana modern dan tradisional.
Pemilihan warna abu-abu milenium dipermanis batu swarovski. Kesan gemerlap tampak menonjol, namun sang pengantin tetap elegan. ’’Tema yang saya ambil adalah Millenium 2015,’’ jelasnya.
Ratna Nurliya, 20, memakai outfit ber-cutting pensil dengan bawahan rok long high low berbahan prada. Untuk atasan, Adjie memilih menggunakan pola yang membentuk huruf V. Hal itu mengedepankan gaya anak muda yang modern.
Sementara itu, wedding dress yang dikenakan Desilia Dini, 31, menonjolkan kedewasaan dan keseksian.
Busana yang dipakai Desi juga mengedepankan kesan tradisional. Batuswarovski disusun sedemikian rupa agar menyiratkan motif-motif khas Indonesia
Featured
KATA-kata terakhir pilot AirAsia QZ8501, Kapten Irianto bikin tim ahli pemeriksa rekamanan black box dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) merinding.
Allahu Akbar, begitu kata-kata terakhir pilot Kapten Irianto dalam rekaman Cockpit Voice Recorder (CVR) AirAsia QZ8501 yang diperdengarkan oleh KNKT.
"Saya tidak dapat membayangkan apa yang terjadi saat dia meneriakkan kalimat tersebut," ungkap Nurcahyo Utomo dilansir Kalteng Pos (Grup JPNN.com), Minggu (18/1).
Nurcahyo Utomo merupakan salah satu ahli periksa rekaman black boxdari KNKT. Dia ditugaskan untuk memeriksa rekaman percakapan Kapten Irianto, yang menerbangkan pesawat nahas AirAsia QZ 8501.
Menurutnya, setelah mendengarkan rekaman percakapan black box QZ8501, diketahui bahwa kata-kata terakhir yang diucapkan oleh Kapten Irianto sebelum pesawat menujam ke dalam lautan adalah "Allahu Akbar".
"Kata-kata itu membuat saya merinding," katanya.
Perasaan yang sama seperti ketika dia mendengar kata-kata terakhir dari pilot-pilot lainnya.
"Mendengarkan rekaman kotak hitam sebuah pesawat yang terlibat dalam kecelakaan tidak seperti mendengarkan musik atau diskusi," ujarnya.
Butuh mental yang cukup kuat, tambahnya. Nurcahyo mengaku sangat sedih dan gugup harus mendengar kata-kata terakhir dari Irianto, orang yang berjasa mengajarinya untuk menerbangkan pesawat. Meski demikian ia harus menyelesaikan mendengar seluruh rekaman percakapan tersebut.
"Mendengar percakapan terakhir akan menjadi kunci untuk mengungkap penyebab kecelakaan AirAsia. Kami akan tahu apa yang sebenarnya terjadi dari pembicaraan antara pilot dan co-pilot sebelum kecelakaan itu," imbuhnya.
CVR AirAsia berhasil dievakuasi para penyelam dari TNI AL pada hari Selasa (13/1) lalu.(jpnn)
Featured
Mega Retno Palufi, 22 tahun, pengelola arisan online yang dikabarkan bangkrut sampai Rp 1 miliar, membuka toko di Internet. Menurut salah satu tetangga Mega yang menolak disebutkan namanya, sejak beberapa hari terakhir, banyak tamu yang mendatangi rumah mahasiswi itu. (Baca: Bangkrut karena Arisan Online, Mahasiswi Tak Ujian)
Sebagian dari para tetangga ada yang mencoba bertanya kepada orang tua Mega, Sarjono dan Murtini. "Bapak dan ibunya bilang kedatangan para tamu itu untuk mengurus tokoonline milik Mega," kata perempuan berhijab itu. (Baca: Arisan Online, Mahasiswi Berutang Rp 1 Miliar?)
Dalam situs Tokopedia, memang ada toko online milik Mega. Namanya Gayya Shop yang memajang sejumlah produkfashion wanita. Namun di sana tertera informasi bahwa toko sudah tak aktif sejak 90 hari lalu. (Baca: Mahasiswi Berutang Rp 1 Miliar, Kampus Terkejut)
Mega yang merupakan mahasiswi sebuah perguruan tinggi swasta di Kota Madiun, Jawa Timur, itu dikabarkan dikejar-kejar oleh para peserta arisannya. Mereka menuntut pengembalian modal.
Saat Tempo mendatangi kediaman Mega pada Rabu, 14 Januari 2015, empat orang terlihat bertamu ke kediaman orang tua Mega di Dusun Gambiran, Desa Madigondo, Kecamatan Takeran, Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Mereka diduga di antara para peserta arisan itu. Keempatnya diterima tuan rumah.
Pihak keluarga Mega tidak bersedia memberikan informasi kepada Tempo. Murtini, ibu Mega, mengatakan anak sulungnya itu sedang pergi ke Caruban, Kabupaten Madiun. "Saya tidak tahu tentang arisan online, sekarang orangnya (Mega) juga tidak ada," kata Murtini sambil berlalu dari teras rumahnya.
Featured
Manusia sejatinya hanya harus berusaha dan berdoa, manusia hanyalah segelintir makhluk hidup kecil di mata Tuhan. Hal tersebut membuat manusia selalu mempunyai banyak kesalahan.
Kesalahan bisa dilakukan siapapun yang hidup d idunia ini. Jika melakukan kesalahan pastinya kita akan mendapatkan hukuman. Semakin besar kesalahan tersebut maka semakin besar pula hukuman yang akan kita dapatkan.
Hukuman akan tetap berlaku walaupun mereka memiliki wajah yang rupawan. Begitu pula untuk para wanita cantik berikut ini yang mendapatkan hukuman pahit, yakni hukuman mati.
Top 5 Popular of The Week
-
Fakta Apa : Pembongkaran kios-kios pedagang kaki lima Di mana : Sepanjang Jl. Mayor Kusmanto. Siapa : Pembongkaran di...
-
Master of Ceremonies (MC) adalah orang yang bertindak selaku pemandu sekaligus tuan rumah sebuah acara (event). Setidaknya ada sembilamn (9)...
-
Diera revolusi industry, perubahan social yang dihela ekspansi modal para kapitalis telah melahirkan masyarakat industrial yang ditandai ole...
-
Kalian mungkin pernah mengikuti kegiatan studi wisata. Studi wisata adalah kegiatan sambil belajar. Misalnya, studi wisata ke museum, candi,...
-
Di Indonesia, nama adalah doa. Beberapa orang tua berusaha memberi nama anak-anaknya seunik mungkin, sehingga tidak pasaran. Nama anak j...



